Gregory Wein, tokoh yang dikenal luas di dunia mode sebagai mantan fashion editor dan creative director, meninggal mendadak pada usia 54 tahun. Penyebab kematiannya belum diungkapkan keluarga.

Berkarier sejak akhir 1990-an, Wein dikenal karena pengaruhnya yang kuat terhadap estetika mode kontemporer dan kolaborasinya dengan sejumlah rumah mode serta publikasi besar. Jejaknya mencakup peran penting sebagai fashion director di sebuah majalah LGBTQ+ dan kemudian sebagai global style director di sebuah peritel besar.
Gregory Wein: Jejak karier dan kolaborasi
Wein lahir di Thailand dan besar di Ohio. Ia menamatkan pendidikan di University of Cincinnati sebelum pindah ke New York City pada 1998, di mana kariernya di bidang mode mulai menonjol. Setelah lebih dari satu dekade berkarya di majalah tempat ia mengawali karier, Wein melanjutkan ke posisi global style director di sebuah perusahaan ritel yang sedang mencapai puncak pengaruh budaya.
Setelah meninggalkan posisi tersebut, ia bekerja secara intens sebagai stylist dan creative director. Namanya muncul pada proyek-proyek besar, termasuk sampul dan kampanye bersama merek-merek serta publikasi papan atas seperti Louis Vuitton, Tom Ford, Vogue, Vanity Fair, GQ, Estée Lauder, Nike, dan Saks Fifth Avenue. Kolaborasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai figur yang mampu menyatukan seni, teater, dan komersial dalam dunia mode.
Peran dan pengaruh di ranah editorial
Salah satu tokoh editorial yang pernah bekerja bersamanya menyatakan bahwa peran Wein membantu mengangkat posisi majalah tempatnya bertugas menjadi sebuah merek fashion yang penting. Menurut pengakuan tersebut, kehadiran Wein membuat mereka jatuh cinta pada seni dan drama yang tersimpan di balik tiap jahitan busana—sebuah pengakuan yang mencerminkan cara Wein memandang dan membentuk wacana gaya.
Kemampuan Wein merancang narasi visual dan mengorkestrasikan pemotretan yang kuat dianggap kunci dalam mengubah persepsi pembaca dan industri terhadap majalah tersebut. Kreativitas dan sentuhan estetika yang konsisten membuatnya menjadi salah satu stylist dan creative director yang sering dicari untuk proyek-proyek berskala besar.
Perayaan hidup dan pesan keluarga
Keluarga dan orang-orang dekat mengatur perayaan hidup untuk Wein di Cobble Hill Chapel, Brooklyn, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis pukul 16.00. Dalam pemberitahuan kematian yang ditulis oleh saudara tiri Wein, Wendy Leitzer, keluarga mengundang para tamu untuk mengenakan warna biru navy—warna favorit Wein—sebagai penghormatan pada selera dan gaya yang ia bawa ke dunia.
Dalam catatan itu, Leitzer menulis bahwa pencapaian terbesar Wein adalah orang-orang yang berhasil disatukannya. “Ia adalah benang penghubung yang mengikat banyak kehidupan, menciptakan keluarga pilihan yang melampaui hubungan darah,” tulisnya, menegaskan bagaimana Wein menjadikan teman-teman sebagai keluarga dan membangun jaringan relasi yang penuh kehangatan dan dukungan.
Kesan kolega dan kenangan personal
Ucapan-ucapan duka dan penghargaan lain turut menyoroti bakat Wein dalam menciptakan ikatan dan mendorong orang di sekitarnya untuk bertindak. Frasa favorit Wein, menurut keluarga, adalah “Do Something,” yang menjadi semboyan hidupnya: mendorong kreativitas, keaslian, dan tindakan berintensi dalam berkarya dan berinteraksi.
Permintaan keluarga sebagai penghormatan
Sebagai bentuk penghormatan, keluarga meminta agar alih-alih mengirim bunga, para pelayat mempertimbangkan berdonasi pada organisasi yang berkaitan dengan AIDS atau lembaga penyelamatan hewan Ocean Hill Cats—dua hal yang tercatat mencerminkan kepedulian dan semangat dermawan Wein.
Daftar kerabat yang ditinggalkan Wein disampaikan dalam pemberitahuan keluarga, termasuk ayahnya Jerry Wein, ibu Alunya “Nok” Lewis, ayah tiri Donald Lewis, serta saudara kandung dan keluarga besar lain yang mencakup saudara perempuan Sandra Diep beserta suaminya dan keponakan-keponakan. Nama-nama keluarga besar lain juga disebut sebagai bagian dari mereka yang berduka atas kepergiannya.
Kepergian Wein meninggalkan ruang kosong dalam dunia mode, di mana banyak rekan dan pengagumnya akan mengingatnya lewat karya, kolaborasi, dan jaringan hubungan yang ia bangun sepanjang karier. Perayaan hidup dan inisiatif donasi yang diusulkan keluarga menjadi salah satu cara untuk menghormati memori dan warisannya.
