Usulan peraturan baru yang dihasilkan oleh Office of Management and Budget (OMB) — yang disebut OMB grant regulations — menuai kritik keras dari kalangan ilmuwan dan profesional geosains. Aturan ini, menurut para penentang, akan mengubah cara hibah federal ditinjau dan dianugerahkan oleh puluhan lembaga, serta menempatkan penilaian akhir di tangan pejabat politik senior.

Omb Grant Regulations dalam Sorotan Publik
Di bawah usulan OMB grant regulations, semua permohonan hibah dan pemberian dana diskresi harus ditinjau dan disetujui oleh kepala departemen lembaga federal yang merupakan pejabat politik. Ketentuan ini menjadikan kesesuaian proposal dengan tujuan kebijakan presiden sebagai pertimbangan utama, sementara peer review oleh pakar ilmu spesifik tidak lagi menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan.
Penghapusaan peran peer review dijustifikasi oleh pihak OMB sebagai langkah untuk “meningkatkan efisiensi” dan memperkuat transparansi serta akuntabilitas. Namun, pengkritik berargumen bahwa efisiensi yang dimaksud hanya berarti proses dapat diselesaikan lebih cepat oleh pejabat politik, bukan penilaian mutu ilmiah proposal atau relevansinya terhadap perkembangan keilmuan jangka panjang.
Kekhawatiran atas kemandirian dan mutu ilmiah
Penulis komentar membawa pengalaman organisasi profesional yang luas, termasuk jabatan di asosiasi geosains dan organisasi yang mewakili puluhan ribu ilmuwan. Ia menekankan bahwa peer review oleh rekan sejawat adalah mekanisme penting untuk menjamin bahwa penelitian yang didanai memiliki dasar ilmiah yang kuat, dapat direproduksi, dan saling melengkapi dengan riset lain.
Menurut pandangan ini, pengalihan keputusan akhir kepada pejabat politik menghilangkan penilaian ilmiah independen dan meningkatkan risiko bahwa hibah diberikan berdasarkan pertimbangan kebijakan jangka pendek. Teknologi atau topik yang dianggap prioritas hari ini bisa jadi tidak relevan esok hari, sementara riset-riset yang tampak tidak prioritas saat ini dapat berkembang menjadi terobosan penting di masa depan.
Pembatasan anggaran untuk konferensi, publikasi, dan kolaborasi internasional
Salah satu poin yang dikecam adalah larangan pembiayaan biaya kehadiran peneliti di pertemuan ilmiah, langganan jurnal, dan biaya publikasi. Penulis komentar menyebut kebijakan itu sebagai langkah yang sangat pendek pandang, karena konferensi menjadi forum utama pertukaran ide, umpan balik, jejaring, dan pemantauan tren teknologi antara akademia, industri, dan pemerintah.
Lebih jauh, pembatasan dukungan kehadiran di pertemuan internasional dan keterbatasan komunikasi ilmiah berisiko mengurangi kolaborasi global, mempersempit akses ke praktik terbaik internasional, dan memperlambat laju inovasi. Menurut pengamat, tidak membiayai publikasi di jurnal ilmiah juga akan menghambat diseminasi hasil penelitian dan menurunkan keterbukaan ilmu pengetahuan.
Dampak terhadap penelitian iklim dan program DEI
Dalam komentarnya, penulis menyatakan kekhawatiran khusus terhadap kemungkinan reduksi atau eliminasi pendanaan untuk penelitian iklim. Ia menyoroti upaya pemerintahan sebelumnya yang berpotensi menurunkan prioritas penelitian perubahan iklim, dan memperingatkan bahwa keputusan politis dalam peninjauan hibah dapat mengesampingkan studi-studi lingkungan penting yang berkaitan dengan dampak ekologis, finansial, sosial, dan geopolitik pemanasan global.
Selain itu, usulan OMB memproyeksikan larangan mempertimbangkan inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) dalam penentuan hibah. Penulis menekankan bahwa program DEI sebelumnya dimaksudkan untuk mengatasi ketimpangan representasi kelompok minoritas dalam ilmu pengetahuan dan teknik, dan bahwa penghapusan dukungan ini dapat memperparah kekurangan tenaga ilmiah terampil di masa depan.
Argumen ekonomi, etika, dan seruan untuk menolak
Penulis komentar berargumen bahwa klaim efisiensi dan transparansi dari OMB tidak cukup kuat untuk menjustifikasi perubahan mendasar tersebut. Penghematan yang dihasilkan dari pemotongan biaya perjalanan dan publikasi dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan anggaran keseluruhan lembaga-lembaga ilmiah. Ia memperingatkan bahwa merusak sistem pendanaan yang mendukung penelitian luar biasa akan menurunkan daya saing, inovasi, dan kesehatan publik.
Dengan latar pengalaman profesionalnya, penulis menyerukan agar perubahan usulan tersebut ditolak oleh pembuat kebijakan, karena menurutnya implementasinya akan merugikan ekosistem penelitian nasional. Ia menegaskan bahwa arah dan fokus sains tidak seharusnya ditetapkan semata oleh prioritas politik saat ini, tetapi melalui penilaian keilmuan yang independen dan berjangka panjang.
