Gabriella Karefa-Johnson: Mengambil Ruang, Permata Tersembunyi London, dan Aturan Parfum di Pesawat


gabriella karefa-johnson - ilustrasi berita Gabriella Karefa-Johnson: Mengambil Ruang, Permata Tersembunyi London, dan…

Gabriella Karefa-Johnson dikenal karena perjalanannya yang luas dan kisah-kisah tentang bagaimana aroma sebuah tempat mampu membekas kuat dalam ingatan. Sebagai editor dan stylist yang menetap di New York dan tercatat sebagai perempuan kulit hitam pertama yang menata sampul Vogue, ia membawa pengalaman itu ke dalam percakapannya tentang ruang, identitas, dan wangi-wangian.

gabriella karefa-johnson - ilustrasi berita Gabriella Karefa-Johnson: Mengambil Ruang, Permata Tersembunyi London, dan…

Dalam sebuah episode podcast bersama Asia Grant dari Nose Dive, Karefa-Johnson berbagi bagaimana merasa menjadi diri sendiri di berbagai kota dunia, dari jalan berliku London, cobblestone Paris, hingga pasir berkilau di Jamaica. Ia juga mengungkap aturan tak tertulis soal parfum saat terbang dan aroma rumahan yang selalu dirindukannya.

Gabriella Karefa-Johnson: Mengambil ruang dan menjadi autentik

Karefa-Johnson menegaskan pentingnya hadir secara penuh dan autentik di setiap ruang yang dimasukinya. Ia mengakui bahwa berada di lingkungan yang eksklusif—seperti kabin kelas satu—sering kali membuatnya sadar akan perbedaan sosial dan rasial. Perasaan diawasi atau merasa tidak seharusnya berada di sana adalah pengalaman yang kerap ia rasakan, namun ia menolak untuk menyusut atau menyamarkan diri demi kenyamanan orang lain.

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi dirinya sendiri: membawa identitas dan selera secara penuh, bukan beradaptasi sampai menghilangkan bagian penting dari siapa dirinya. Sikap ini ia kaitkan dengan kenyamanan yang ditemukan di beberapa kota, tempat di mana keberagaman justru memungkinkan ia untuk benar-benar merasa diterima.

Aroma London dan permata tersembunyi Brixton

London, menurut Karefa-Johnson, menyimpan banyak aroma yang menandai memorinya. Ia menyebut kawasan Brixton sebagai melting pot yang memungkinkan ia merasa bebas menjadi diri sendiri. Di antara wewangian mewah hotel, ada aroma makanan sehari-hari yang paling membekas: fish and chips yang dibungkus kertas koran, di mana bau kertas berpadu dengan minyak dan garam menjadi kenangan sensori yang sulit dilupakan.

Kendati ia mengagumi wewangian hotel tertentu—seperti kabut bantal dengan campuran cashmeran, musk, dan patchouli yang meninggalkan jejak halus—Karefa-Johnson lebih menghargai aroma yang sederhana dan otentik dari kehidupan kota. Pengalaman indera seperti itulah yang menurutnya paling mampu merepresentasikan suasana suatu tempat dan menyimpan cerita perjalanan.

Aturan parfum saat terbang dan wangi yang dihindari

Pembicaraan dalam podcast juga menyentuh etiket parfum dalam penerbangan. Karefa-Johnson membahas wangi yang ia pilih maupun yang ia hindari ketika berada di pesawat, karena ruang tertutup seperti kabin menuntut pertimbangan lebih terhadap penumpang lain. Ia menekankan pentingnya memilih aroma yang tidak mengganggu, serta menghormati kenyamanan bersama selama penerbangan.

Dalam percakapan itu, ia dan pemandu membahas bagaimana beberapa wewangian berat atau terlalu manis sebaiknya dihindari di pesawat demi pengalaman yang lebih menyenangkan bagi semua orang. Pilihan yang lebih ringan dan bersih sering kali lebih cocok untuk penerbangan panjang maupun singkat.

Rindu rumah: aroma ibu dan produk yang dipilih

Bagi Karefa-Johnson, tidak ada yang mengalahkan aroma rumah. Ia mengaku merindukan keluarganya yang berada di Los Angeles, dan ingin kembali untuk lebih banyak waktu bersama mereka. Rasa rindu tersebut ia hubungkan dengan keinginan untuk ‘mencium’ aroma ibu, sesuatu yang memberinya kenyamanan dan pengingat akan akar serta kehangatan keluarga.

Sebagai representasi aroma itu, ia menyebut produk EOS Vanilla Cashmere 24H Moisture Body Lotion, Body Wash, dan Body Mist sebagai pilihan yang membuatnya merasa dekat dengan memori rumah. Produk-produk itu ia sebut sebagai cara untuk membawa sedikit aroma keluarga ketika bepergian atau saat harus menahan rindu jarak jauh.

Perjalanan, kenangan, dan aroma sebagai penanda

Melalui perbincangan itu, menjadi jelas bagaimana aroma menjadi salah satu alat pencerita dalam hidup Karefa-Johnson. Setiap kota, setiap hotel, setiap makanan jalanan meninggalkan wangi yang mengikat momen dan emosi tertentu. Baginya, aroma bukan sekadar wewangian; ia adalah cara lain untuk mengklaim ruang, mengingat asal, dan merayakan keaslian.

Di akhir percakapan, Karefa-Johnson menegaskan kembali pentingnya hadir tanpa kompromi—mengambil ruang yang layak bagi dirinya dan mengekspresikan identitas melalui pilihan pribadi, termasuk pilihan wangi. Baginya, menjadi autentik adalah bentuk keberanian sekaligus upaya menjaga hubungan dengan rumah dan keluarga, meski jarak memisahkan.