Hue heritage menjadi pijakan utama dalam strategi pertumbuhan kota yang kini memusatkan upaya menarik modal bagi sektor pariwisata, layanan, dan industri budaya. Dalam lima bulan pertama 2026, kota ini mencatat lebih dari 19 triliun VND sebagai modal investasi terdaftar baru, menandakan minat investor yang meningkat terhadap potensi warisan dan kegiatan ekonomi berbasis budaya.

Pemerataan dan pengembangan ruang-ruang budaya, penguatan kegiatan seni, serta penyediaan infrastruktur untuk pariwisata menjadi fokus utama. Selain memanfaatkan nilai sejarah dan arsitektur tradisional, rencana investasi juga diarahkan pada pengembangan destinasi pesisir, ekowisata berbasis laguna, serta fasilitas konvensi dan pameran yang diharapkan memperluas daya tarik kota.
Peran Hue heritage dalam menarik investasi
Kekuatan sejarah dan budaya Hue menjadi daya tarik strategis yang dipasarkan untuk menarik investor. Istilah “Hue heritage” bukan sekadar label—kota ini mengandalkan warisan arsitektur kerajaan dan tradisi sastra sebagai nilai tambah yang membedakan destinasi tersebut dari daerah lain. Pendekatan ini membuka peluang bagi sektor jasa dan industri kreatif yang dapat mengembangkan produk turisme budaya, ruang seni, dan pusat inovasi budaya.
Rencana proyek turisme dan ekonomi kreatif
Rencana investasi yang sudah masuk menunjukkan diversifikasi proyek. Di antaranya adalah pengembangan pariwisata pesisir yang memanfaatkan garis pantai, proyek ekowisata yang berfokus pada laguna, serta penciptaan ruang-ruang budaya di sepanjang Sungai Hương (Perfume River). Proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya memperkaya ragam atraksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya layanan pendukung seperti perhotelan, kuliner, dan pusat kegiatan budaya.
Selain destinasi alam dan ruang budaya tradisional, ada pula rencana pembangunan pusat konvensi dan pameran yang bisa menarik kegiatan bisnis dan acara besar. Pengembangan fasilitas semacam ini menjadi bagian dari strategi untuk memperpanjang lama kunjungan wisatawan serta meningkatkan peluang pertemuan bisnis di kota tersebut.
Ekonomi malam dan hub inovasi budaya
Rencana lain yang disorot adalah proyek ekonomi malam dan pembentukan hub inovasi budaya. Ekonomi malam dipandang sebagai sektor yang dapat memperpanjang aktivitas komersial di pusat kota dan area wisata, sementara hub inovasi budaya akan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku seni, pengrajin, dan pelaku industri kreatif untuk mengembangkan produk budaya baru.
Kedua inisiatif ini diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja dan membangun ekosistem kreatif yang lebih dinamis, sekaligus memberi peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk ikut serta dalam rantai nilai pariwisata dan produk budaya.
Agenda budaya: festival, musik, dan pameran perdagangan
Kota juga tetap menjaga kalender budaya sebagai bagian dari strategi promosi. Salah satu kegiatan yang berlangsung adalah pembukaan Hue International Music Week 2026, yang menjadi platform penting untuk menampilkan seni musik lokal dan internasional. Kegiatan semacam ini memperkuat citra kota sebagai pusat budaya dan menarik pengunjung yang tertarik pada pengalaman seni.
Selain festival musik, penyelenggaraan trade fair pada rangkaian festival menampilkan 240 stan pameran, menyediakan wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka. Kehadiran pameran dengan jumlah stan tersebut menandai upaya nyata menjembatani antara sektor budaya dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan peluang investasi dan kerja sama.
Nilai arsitektur dan warisan sastra
Aspek lain yang menjadi modal kota adalah arsitektur kerajaan Hue yang dianggap menyimpan nilai estetika dan sejarah tinggi, termasuk tradisi puisi dan prosa yang khas. Kekayaan tersebut menjadi bahan baku untuk pengembangan narasi pariwisata budaya—dari tur sejarah hingga program-program seni yang mengangkat tradisi sastra setempat.
Pengelolaan yang cermat atas situs bersejarah dan integrasi nilai budaya ke dalam produk pariwisata menjadi tantangan sekaligus kesempatan. Dengan menjaga otentisitas sambil mengembangkan fasilitas pendukung, kota berharap warisan budaya dapat berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah-langkah nyata yang telah terlihat dalam beberapa bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa kombinasi antara daya tarik heritage dan upaya proaktif menarik investasi dapat memperkuat posisi kota sebagai destinasi pariwisata budaya dan pusat layanan kreatif. Ke depan, keberhasilan program-program ini akan bergantung pada sinergi antara pelestarian, perencanaan infrastruktur, dan keterlibatan sektor swasta dalam mengembangkan proyek-proyek yang berorientasi pada budaya dan ekonomi.
