Kuliner Potensi menjadi sorotan sebagai salah satu modal utama bagi upaya memperkuat posisi pariwisata Indonesia di pasar internasional. Keberagaman cita rasa yang lahir dari ratusan etnis dan budaya di Tanah Air dinilai menawarkan kekuatan tersendiri untuk meningkatkan daya tarik wisatawan global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, pada peluncuran pameran internasional Kristainterfood 2 pada 24 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, kuliner tidak hanya disebut sebagai warisan cita rasa Nusantara, tetapi juga sebagai komponen penting ekonomi kreatif yang berpotensi mendorong daya saing pariwisata nasional di tingkat global.
Kuliner Potensi sebagai Modal Besar
Menurut Rizki Handayani Mustafa, keberagaman kuliner Indonesia merupakan aset yang substansial. Variasi makanan dan minuman yang mencerminkan kekayaan budaya lokal dianggap mampu menjadi daya tarik yang membedakan destinasi wisata Indonesia dibandingkan negara lain. Penekanan pada nilai autentik kuliner lokal menjadi bagian dari strategi untuk menempatkan Indonesia dalam peta kuliner dunia.
Kuliner sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif
Rizki menegaskan bahwa kuliner kini dipandang lebih dari sekadar cita rasa; ia menjadi elemen ekonomi kreatif yang dapat menambah nilai ekonomi. Peran kuliner dalam memicu aktivitas ekonomi lokal, mendorong inovasi produk, dan membuka peluang usaha disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing pariwisata. Pendekatan ini menempatkan makanan tradisional dan kreasi baru sebagai komoditas yang memiliki daya tarik ekonomi dan budaya.
Momentum Pameran Internasional
Peluncuran pameran internasional Kristainterfood 2 menjadi momen penting bagi pihak terkait untuk mempromosikan potensi kuliner Indonesia. Kehadiran pameran berskala internasional memberikan platform bagi pelaku usaha kuliner dan pemangku kepentingan pariwisata untuk memperkenalkan produk, menjalin hubungan perdagangan, dan menarik perhatian pengunjung serta pelaku industri dari luar negeri.
Penguatan Daya Saing Pariwisata Nasional
Dalam penjelasannya, Rizki menghubungkan antara kinerja sektor kuliner dan daya saing pariwisata. Perhatian terhadap kualitas, inovasi, serta pelestarian cita rasa lokal dianggap penting untuk membangun reputasi kuliner Indonesia di arena internasional. Penguatan tersebut diperlukan agar kuliner dapat berkontribusi nyata terhadap pemasukan pariwisata dan citra negara di mata wisatawan global.
Pihak kementerian melihat pengembangan kuliner sebagai bagian integral dari strategi pariwisata yang lebih luas. Langkah-langkah untuk memanfaatkan keunggulan kuliner Nusantara membutuhkan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
Dengan menempatkan kuliner pada posisi strategis, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan yang tertarik tidak hanya pada destinasi alam dan budaya, tetapi juga pada pengalaman kuliner autentik. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pariwisata internasional sambil menjaga dan mempromosikan keanekaragaman budaya kuliner Nusantara.
