Unggahan tentang kisah ini dipublikasikan di forum diskusi r/SingaporeRaw, di mana sang ayah menuturkan alasan permintaan anak-anak tersebut. Dalam tulisan itu, ia mengaku keputusan untuk mempertimbangkan perceraian muncul karena kekhawatiran atas perlakuan yang dialami kedua anaknya.

Permintaan Anak: minta cerai kepada ayah
Dalam unggahannya, ayah tersebut menyampaikan bahwa permintaan agar ia bercerai datang langsung dari anak-anaknya setelah mereka mengalami perlakuan yang menurut mereka menyakitkan. Anak yang lebih tua, berusia 14 tahun, disebut-sebut menjadi target hinaan berulang kali oleh sang ibu. Permintaan anak-anak itu menjadi titik balik yang membuat sang ayah mulai menimbang ulang kelanjutan pernikahannya.
Isi unggahan dan dugaan perlakuan terhadap anak
Ayah itu menuturkan bahwa perlakuan buruk yang dialami anak-anak, khususnya anak remaja, menjadi alasan utama permintaan mereka. Ia menulis bahwa sang istri diduga beberapa kali mengomeli dan menghina putri mereka yang berusia 14 tahun. Meski rincian lengkap kejadian tidak dipaparkan secara menyeluruh dalam ringkasan unggahan, sejumlah pernyataan menekankan frekuensi dan dampak verbal yang dirasakan oleh anak yang lebih tua.
Baca juga: Louise Thompson dan Ryan Libbey pause podcast setelah kecaman soal komentar terhadap anak
Dilema setelah 18 tahun pernikahan
Pertimbangan untuk mengakhiri pernikahan bukan hal mudah, terlebih setelah 18 tahun bersama. Sang ayah menyatakan bahwa ia sedang berada dalam dilema antara mempertahankan rumah tangga dan menanggapi permintaan anak-anak yang meminta agar ia bercerai. Konflik internal semacam ini sering memuat banyak pertimbangan emosional, praktis, dan tanggung jawab terhadap anak, namun unggahan ini menekankan dorongan utama sang ayah adalah keselamatan dan kesejahteraan kedua anaknya.
Perhatian pada keselamatan dan kesejahteraan anak
Kisah yang dibagikan menyoroti bagaimana dinamika rumah tangga dapat mempengaruhi anak-anak sehingga mereka merasa perlu meminta orang tua untuk bercerai demi melindungi diri. Dalam kasus ini, usia anak yang masih 10 tahun dan 14 tahun membuat keputusan orang tua menjadi sangat menentukan bagi kondisi psikologis dan perkembangan mereka. Ayah tersebut tampak mempertimbangkan langkah yang paling dapat menjamin rasa aman dan stabilitas bagi kedua anaknya.
Pertimbangan berikutnya bagi sang ayah
Kisah ini memicu refleksi mengenai peran orang tua dalam melindungi anak dari perilaku yang mereka nilai merugikan. Dalam kondisi di mana anak merasa lebih aman jika orang tua berpisah, keputusan untuk minta cerai menjadi urusan yang dipertimbangkan sangat serius oleh pihak keluarga. Unggahan tersebut menempatkan fokus pada dampak hubungan orang tua terhadap anak dan langkah sulit yang harus diambil ketika kesejahteraan anak dipertaruhkan.
